Bagi sebagian masyarakat, jeruk
nipis diyakini sebagai pilihan paling aman untuk membantu menurunkan berat
badan. Kandungan pada jeruk nipis diyakini oleh banyak orang bisa mengurangi
timbunan lemak secara efektif. Jeruk nipis juga disinyalir mampu mengurangi
kelebihan kalori serta memperlancar sistem metabolime tubuh. Namun, hal ini
tidak sepenuhnya benar karena khasiat jeruk nipis untuk menurunkan berat badan
pada dasarnya masih perlu dikaji lebih dalam lagi.
Jeruk nipis adlah salah satu
jenis buah yang memiliki berbagai khasiat atau kegunaan yang sudah dikenal
luas. Buah ini memiliki nama latin Citrus aurantifolia/Citrus aurantium dan
mengandung banyak sekali vitamin serta mineral yang diperlukan oleh tubuh seperti
asam askorbat, asam sitrat, asam amino (lisin, triptofan) dan minyak atsiri. Di
samping itu, jeruk nipis juga kaya akan senyawa kalium, natrium, besi, kalsium,
kalori, lemak, fosfor, vitamin C dan B1.
Masih sedikit yang mengketahui
bahwa selain mengandung zat gizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh, jeruk nipis
juga mengandung sejumlah senyawa aktif yakni octopamin dan synephrine. Dari
beberapa hasil penelitian terungkap bahwa jeruk nipis juga mengandung pektin
dan zat flavonoid seperti hesperidin, limonen, neohesperidin, tangaretin dan
naringin. Senyawa aktif tersebut sangat berguna bagi tubuh manusia namun di
sisi lain bisa juga memberikan dampak yang merugikan bagi kesehatan.
Serat pektin yang terkandung pada
jeruk nipis adalah salah satu zat sangat berperan penting dalam menurunkan
berat badan. Serat ini diyakini bisa membantu meminimalisir rasa lapar dan
menahan keinginan untuk makan berlebihan. Di samping itu, serat pektin mampu
menstabilkan insulin dan gula darah serta menurunkan kadar kolesterol dalam
tubuh manusia.
Jeruk nipis juga mengandung
senyawa sinefrin yang mempunyai struktur yang sama dengan senyawa epinefrin.
Zat ini diyakini sangat ampuh untuk melangsingkan badan melalui mekanisme
adrenergik. Senayawa sinefrin pada jeruk nipis mampu mengurangi rasa ingin
makan yang berlebihan. Di samping itu, zat ini juga bisa menstimulasi
penghancuran lemak di dalam tubuh (liposis).
Meskipun secara teori kandungan
pada jeruk nipis bisa menurunkan berat badan, namun apabila diteliti lebih
lanjut ternyata senyawa tersebut akan bekerja maksimal jika dikonsumsi dalam
dosis yang tinggi. Perlu diingat juga bahwa asupan senyawa sinefrin dalam dosis
tinggi juga berpotensi menimbulkan efek samping yang dapat membahayakan tubuh.
Jika dikonsumsi secara berlebihan, senyawa sinefrin bisa mengakibatkan
peningkatan tekanan darah dan berpengaruh terhadap pembuluh darah dan jantung.
Waspada terhadap berbagai produk
pelangsing badan yang mengklaim mengandung jeruk nipis. Biasanya, pencantuman
jeruk nipis tersebut hanya dipakai agar tampak seperti produk herbal padahal
sebenarnya produk tersebut memiliki efek samping yang membahayakan. Hindari
juga mengonsumsi jeruk nipis bersama obat-obatan. Senyawa di dalam jeruk nipis
bisa menggangu metabolisme obat sehingga kadar obat dalam darah akan menetap
lebih lama dan nantinya bisa mengakibatkan over dosis.

0 Response to "Benarkah Jeruk Nipis Bisa Membuat Langsing?"
Post a Comment